Mungkinkah Terjadi Menstruasi Saat Hamil?

menstruasi saat hamil

Umumnya, yang termasuk pada tanda kehamilan utama adalah terlambatnya haid atau menstruasi. Pada saat wanita mengandung atau sedang hamil, maka tidak akan terjadi haid karena sel telur telah dibuahi oleh sperma dan telah mengalami proses pembuahan sehingga tidak ada darah yang keluar. Adapun darah yang keluar saat menjelang hamil  itupun hanya sebercak darah dan tidak banyak seperti halnya darah haid.

Justru, jika keluarnya darah saat dalam masa kehamilan, maka bisa dikatakan bahwa darah tersebut adalah darah keguguran, karena itu sebaiknya anda waspada jika keluar darah pada saat masa kehamilan. Karena pada masa kehamilan anda tidak akan mengalami haid. Jika ada pendarahan saat hamil maka itu bukanlah haid atau menstruasi. Memang dikatakan bahwa menstruasi saat hamil itu tidak mungkin.

Adapun Beberapa Faktor Yang Menyebabkan Keluarnya Darah Di Masa Kehamilan, Diantaranya Adalah:

  1. Darah keguguran

Ada banyak kasus bahwa saat hamil jika keluar darah terutama banyak darah, maka itu bukanlah menstruasi melainkan pendarahan akibat keguguran. Pendarahan yang terjadi akibat keguguran bisa berupa bercak darah cukup banyak layaknya darah menstruasi. Selain itu, pendarahan keguguran ini tentu menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut dan juga rahim hingga bagian vagina.

  1. Darah implantasi embrio

Selain keguguran, adapun faktor lainnya yang menyebabkan keluarnya darah pada masa kehamilan. Darah ini merupakan darah implantasi embrio yang bisa terjadi pada 2 hingga 5 hari setelah mengalami proses pembuahan. Darah tersebut keluar akibat sel telur yang telah dibuahi tetap menempel pada dinding rahim hingga akhirnya keluarnya darah dari rahim.

Umumnya darah ini pun tak banyak dan berwarna kecoklatan. Darah ini bisa keluar selama sel telur masih menempel pada dinding rahim. Darah akan berhenti jika sel telur tersebut tidak melekat lagi. Darah ini pun tidak berbahaya karena umum terjadi jika proses melekatnya sel telur cukup lama.

  1. Darah kehamilan ektopik

Adapun pendarahan terjadi akibat kehamilan ektopik. Kehamilan ini cukup berbahaya sehingga bisa menimbulkan pendarahan yang cukup banyak dan juga menimbulkan rasa nyeri yang berlebihan. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi diluar kandungan akibat janin yang berada di dalam kandungan telah mati karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Jika pendarahan ini terjadi maka perlu dilakukan angkat janin melalui jalan operasi.

  1. Darah dari kehamilan anggur

Kehamilan ini sangat berbahaya karena terjadi akibat terserangnya penyakit atau tumor. Disebut kehamilan anggur karena janin yang berada didalm kandungan terserang penyakit atau bahkan tumor hingga akhirnya membentuk bulat seperti buah anggur. Jika hal ini terjadi maka bisa berakibat fatal pada rahim anda, karena itu jika pendarahan ini terjadi maka segera bawa ke dokter untuk operasi angkat rahim sehingga tumor tersebut tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Apa Saja Gejala Hamil Minggu Pertama?

gejala hamil

Menjadi seorang ibu tentu merupakan impian setiap wanita, khususnya wanita yang telah menikah. Seorang istri akan sangat menantikan kapa ia bisa menjadi seorang ibu. Karena itu sebagai seorang wanita, dan juga pengantin baru, perlu bagi anda untuk mengetahui beberapa gejala yang umum terjadi sebagai tanda bahwa anda mengalami kehamilan. Saat tanda-tanda tersebut telah melanda diri anda, maka ada kemungkinan besar bahwa anda mengalami hamil.

Anda bisa mengetahui beberapa tanda fisik sebagai gejala hamil minggu pertama. Setelahnya jika tanda fisik tersebut telah mendukung secara menyeluruh, maka anda bisa melakukan tes kehamilan dengan menggunakan tes pack, dan ternyata jika anda dinyatakan positif hamil pada tanda tes pack, maka anda bisa segera mengunjungi dokter dan segera konsultasikan kesehatan kandungan anda.

Nah, Beberapa Gejala Hamil Yang Perlu Dan Wajib Anda Ketahui Diantaranya Adalah:

  1. Rasa kram pada perut

Wanita yang menjelang hamil minggu pertama akan sering mengalami kram pada perut khususnya pada bagian rahim. Hal ini terjadinya karena adanya pembuahan di dalam rahim dan juga menempelkan janin pada dinding rahim. Anda tak perlu takut jika hal ini terjadi sebab ini menandakan bahwa anda sedang hamil.

  1. Terlambat haid

Inilah yang merupakan gejala utama. Jika anda telah mengalami terlambat datang bulan baik terlambat seminggu maka anda bisa memeriksanya dengan tes pack atau jika anda masih ragu, maka anda bisa menunggu hingga satu bulan dan jika satu bulan anda tidak mengalami haid, maka kemungkinan besar anda sedang hamil. Begitupun untuk seterusnya selama masa kehamilan anda tidak akan mengalami haid karena telah terjadi pembuahan dalam rahim anda.

  1. Nyeri pada payudara

Pada saat menjelang hamil, maka kondisi payudara akan berubah. Payudara akan nampak membengkak atau membesar. Selain itu akan terasa lebih nyeri saat kena sentuhan dan bahkan sensitif pada bra. Tidak hanya itu, kulit payudara akan lebih halus dan lembut serta lebih empuk, dan pada bagian puting biasanya terasa gatal.

  1. Mual-mual dan muntah

Hal ini sudah biasa dan lazim menjadi gejala awal masa kehamilan. Anda akan merasa mual-mual baik di pagi hari atau di sepanjang hari, selain itu bisa juga hingga muntah-muntah. Tapi anda tak perlu cemas karena hal ini tidak berlangsung lama.

  1. Sering buang air kecil

Anda jangan kaget jika ternyata anda sering buang air kecil baik di malam hari atau setiap harinya. Hal ini terjadi akibat membesarnya rahim sehingga terjadi penekanan pada kantong kemih sehingga menimbulkan anda sering mengeluarkan urine.

  1. Mudah lelah dan ngantuk

Umumnya, wanita hamil akan lebih mudah lelah walaupun tidak mengerjakan pekerjaan berat. Hal ini bisa saja terjadi akibat proses pembuahan di dalam rahim sehingga membuat anda semakin lelah dan bahkan mudah mengantuk.

 

Mengetahui Tahapan Kehamilan dan Perkembangannya

Tahapan Kehamilan

Kehamilan merupakan salah satu momen yang paling ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Memiliki buah hati akan menambah kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga yang Anda bangun. Anak adalah generasi penerus yang akan melestarikan keturunan Anda di masa mendatang. Nah, bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya mempersiapkan diri dan memperbanyak informasi mengenai tahapan kehamilan.

Persiapan fisik, mental dan pengetahuan sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk hamil. Hal ini karena kehamilan membutuhkan fisik yang kuat dan sehat untuk melalui proses yang begitu panjang. Setidaknya selama 9 bulan Anda akan membawa beban didalam rahim yaitu janin. Untuk menunjang fisik dan mental yang sehat maka perlu diperhatikan asupan nutrisi yang diperoleh dari sumber makanan bergizi.

Kehamilan akan dibagi kedalam beberapa fase yaitu trimester pertama, kedua dan ketiga. Adapun untuk trimester pertama meliputi minggu pertama hingga minggu ke-12, selanjutnya minggu ke-13 hingga minggu ke-27 merupakan trimester kedua dan minggu ke-28 hingga minggu ke-40 adalah trimester ketiga. Nah, dalam setiap fase akan mengalami perubahan dan keluhan yang berbeda-beda.

Berikut Tahapan Kehamilan Yang Penting Untuk Diketahui

Trimester Pertama (1 -3 Bulan)

Pada trimester pertama biasanya ibu hamil akan mengalami perubahan yang terbilang cukup berat selama hamil. Hal ini karena trimester awal merupakan proses adaptasi tubuh dengan perkembangan janin didalam rahim.

Berbagai keluhan akan dirasakan oleh ibu hamil dan yang paling lumrah terjadi yaitu gejala morning sickness. Keluhan yang dirasakan yaitu mual, muntah, pusing dan nafsu makan menurun. Kondisi ini tentunya tidak boleh disepelekan karena bisa sangat membahayakan tumbuh kembang janin.

Untuk menyiasati supaya asupan nutrisi tetap terjaga maka sebaiknya Anda menerapkan pola makan dengan porsi yang sedikit namun intensitasnya ditingkatkan lebih sering. Selain itu, perhatikan juga supan cairan untuk mencegah dehidrasi diawal kehamilan. Perbanyak waktu istirahat supaya perkembangan janin berjalan dengan baik.

Pada trimester awal perkembangan sel telur akan membentuk seperti udang dengan ukuran sangat kecil. Nah, embrio tersebut akan terus berkembang memasuki usia kehamilan 2 bulan diiringi dengan perkembangan organ-organ vital seperti jantung dan sistem saraf

Bentuknya akan semakin menyerupai bayi memasuki pertengahan bulan kedua dan tanda-tanda kehidupan akan mulai muncul. Semakin sempurna perkembangannya memasuki minggu ketiga usia kehamilan.

Trimester Kedua (4 – 6 Bulan)

Memasuki trimester kedua maka Anda bisa melihat perkembangan bayi melalui pemeriksaan USG. Kini janin sudah terlihat jelas dan akan mulai bergerak. Hormon pada janin sudah mulai bekerja dengan aktif sehingga mulai bereaksi.

Perkembangan bayi pada trimester kedua terjadi dengan sangat pesat terutama panca indera. Selain itu bobot tubuh janin dari hari ke hari terus bertambah. Nah, memasuki usia kehamilan 5 bulan sudah terbentuk selaput putih yang melapisi tubuh dan kulitnya yang dikenal dengan ari-ari.

Pada bulan keenam perkembangan sistem pencernaan janin sudah sangat baik. Gerakan janin kini sudah bisa dirasakan dengan jelas oleh Anda.

Trimester Ketiga (7 – 9 Bulan)

Perkembangan bayi pada trimester akhir tentunya sangat pesat sekali dan sudah mempersiapkan diri menuju kelahiran. Sistem saraf dan otak janin sudah mulai berkoordinasi dan berfungsi secara perlahan. Bahkan janin sudah mulai membuka dan menutup kelopak mata. Selain itu, gerakan janin sudah bisa dideteksi dengan mudah.

Perkembangan janin pada trimester ini benar-benar sangat pesat. Idealnya janin akan lahir setelah berada didalam kandungan selama 9 bulan. Yang terpenting dalam hal ini yaitu pemenuhan nutrisi guna menjaga tumbuh kembang janin hingga tiba waktunya persalinan.

Demikian tahapan kehamilan secara umum yang perlu Anda ketahui. Semoga menjadi referensi yang bermanfaat.

Tahap-Tahap Perkembangan Janin Yang Sangat Luar Biasa

perkembangan janin

Kehamilan merupakan anugerah yang paling indah dan didambakan oleh setiap pasangan suami isteri. Memiliki buah hati dalam sebuah pernikahan akan menambah keceriaan dan kebahagiaan. Ketika memasuki masa kehamilan, momen membahagiakan lainnya yang bisa Anda rasakan yaitu mengikuti setiap perkembangan janin.

Perkembangan janin di setiap tahapannya sangat luar biasa dan menakjubkan. Berawal dari pertemuan 2 sel yaitu sel sperma dan sel telur yang kemudian berkembang menjadi embrio dan janin. Jika Anda mengamati setiap tahapannya maka akan takjub. Lalu seperti apa perkembangan janin setiap tahapnya?

Berikut Ini Tahapan Perkembangan Janin

Perkembangan Minggu Ke-2

Pada kehamilan minggu ke-2, tahapan perkembangan janin yang utama yaitu masa ovulasi. Terjadi pertemuan sel sperma dan sel telur sehingga akan membentuk bakal janin. Nah, setelah proses ovulasi berlangsung maka akan terjadi pelekatan atau implantasi ke dinding rahim.

Perkembangan Minggu Ke-3

Minggu keriga terjadi pembentukan hormone kehamilan dari bakal calon janin sehingga pada minggu ini Anda sudah bisa mendeteksi kehamilan menggunakan alat tes yang akurat. Biasanya alat yang digunakan yaitu test pack.

Perkembangan Minggu Ke 4  – 5

Ketika sudah memasuki minggu ini maka Anda akan terlambat menstruasi. Minggu ke-5 mulai terjadi perkembangan janin berupa pembentukan sistem pembuluh darah untuk mengaktifkan jantung. Pada minggu ke-5 jantung akan mulai berdetak meskipun belum sempurna.

Perkembangan Minggu Ke 6 – 7

Memasuki minggu ini terjadi perkembangan hidung yang mulai terbentuk, telinga dan wajah. Bahkan pada minggu ini juga terjadi pembentukan paru-paru dan saluran cerna. Bahkan sel janin mulai membentuk kaki dan tangan yang mungil.

Perkembangan Minggu Ke 8 – 9

Kini janin sudah mulai bisa bergerak meskipun gerakannya belum begitu bisa Anda rasakan. Sistem saraf akan mulai terbentuk pada minggu ini. Selain itu perkembangan saluran nafas yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan juga mulai berkembang.

Perkembangan Minggu Ke 10 – 12

Pada minggu ke-10, perkembangan janin yang dianggap penting sudah berlangsung dengan sangat baik. Kini kulit janin berwarna transparan. Tangan dan kaki janin mulai menekuk dan tumbuh kuku. Bahkan anggota tubuh janin mulai terbentuk hampir mendekati sempurna. Mungkin Anda belum bisa dengan jelas merasakan gerakan janin pada usia ini meskipun didalam rahim janin mulai menunjukan tanda-tanda bergerak.

Perkembangan Minggu Ke 13 – 20

Pada minggu ke-13 sudah terjadi pembentukan organ-organ dasar pada janin. Pada minggu-minggu ini otak janin sudah bisa mengirimkan impuls saraf untuk mengontrol pergerakannya. Pada usia 16-20 minggu, Anda bisa merasakan gerakan janin.

Perkembangan Minggu Ke 21 – 27

Gerakan janin pada minggu-minggu ini sudah semakin kuat dan perkembangan janin ditandai dengan perubahan yang mulai menyerupai bayi seutuhnya. Kini terbentuk alis, bulu mata dan rambut yang mulai tumbuh dnegan baik. Pada minggu 26 dan 27 gerakan nafas bayi sudah mulai berirama dan bahkan janin sudah memiliki pola tidur yang lebih baik.

Perkembangan Minggu Ke 28 – 35

Pada trimester ketiga, perkembangan indera penglihatan sudah lebih baik dari sebelumnya. Bahkan paru-paru sudah semakin terlatih untuk bernafas. Perkembangan otak sudah sangat baik dan kini berat janin bertambah menjelang persalinan.

Perkembangan Minggu Ke-36

Minggu 36 terjadi proses penyempurnaan paru-paru dan otak guna mempersiapkan janin untuk terlahir. Disamping itu perkembangan janin terfokus pada penimbunan lemak yang semakin banyak hingga menjelang lahiran.

Nah, demikian tahapan perkembangan janin secara singkat. Luar biasa sekali bukan dan menjadi momen yang berkesan untuk mengikuti setiap tahapannya.